Kehidupan Hari ini: Rasanya Sepi

 27 Maret 2025

Sudah lebih dari 2 minggu diri ini berusia 27 Tahun. Tahun 2025 baru berjalan tiga bulan. Kubuka lagi blog yang sudah usang ini dengan tulisan-tulisan lama yang tak pernah dilanjutkan.

Dulu menulis adalah caraku menghilangkan sepi. Tapi hari ini, entah kenapa rasa itu juga sudah mati.

Dulu buku-buku tulis cantik bertumpuk penuh kata-kata. Sekarang cuma kenangan saja.

Rasanya api yang dulu sudah benar-benar padam.

Rasanya hati ini sudah tak dapat merasakan ambisi.

Rasanya cita-cita sudah menguap dari raga.

Rasanya sepi.

Apakah aku telah gagal memilih cita-cita? memilih langkah? entahlah.

Hari ini masih bulan Ramadhan. Lebih tepatnya tanggal 27 Ramadhan. Sampai hari ini bahkan tidak ada satupun undangan buka bersama. Tidak ada kawan yang bisa diajak bercerita. Tidak ada berita yang menyengkan atau sekedar lucu yang biasa dikirim teman-teman.

Aku menulis ini sambil duduk di cafe. Diantara banyaknya tempat yang penuh ramai di sore hingga malam bulan puasa, tempat ini tak ada siapa-siapa. Hanya ada aku dan laptopku. Lokasinya juga jauh dari kerumunan orang. Tak ada resto, cafe, atau pusat hiburan di sekitar sini. Hanya ada jalan tol, dan hanya suara mobil-mobil kencang yang bisa kudengar. Tadinya aku berfikir, apa kondisiku saat ini seperti cafe ini ya? berdiri sendirian di tengah lingkungan yang jauh dari teman.  Tapi lama-lama aku mikir, ini money laundry ga si? asli tempatnya ga strategis banget.

balik lagi...

Hari ini bahkan tak ada yang bisa ku telpon. Tak ada  yang bisa kutemui. Hanya audio dari laptop yang menjadi teman.

Comments

Popular posts from this blog

Pengembaraan 7 tahun #part7: Firmamento

Pengembaraan 7 tahun #part2: Nebbia

Pengembaraan 7 Tahun #part3: Tempesta