#Fiksi: Di Tengah Badai
Jika hidup hanya membawa derita, lantas apa makna ku bernyawa? Pertanyaan yang sering kuajukan pada diri ini tatkala sedang sendiri. Aku tau, bahwa hidup tak senantiasa tentang kesenangan saja. Bahwa di balik sengsara pasti ada nikmat yang menunggu. Bahwa langit berbadai pun pasti akan cerah, tapi apa itu salahku jikalau sekarang tak bisa bahagia? Lucunya di saat-saat seperti ini orang-orang terdekatku berfikir kalau emosi yang kupunya seperti tombol yang dengan mudah di nyala-mati kan. Kenapa mereka marah ketika aku tak mampu menunjukan bahagia? Aneh, mereka yang buatku bersedih, tapi saat aku mengeluarkan air mata, maka aku yang salah, maka aku akan dihakimi seperti pendosa. Mereka yang membuatku marah, namun saat amarahku muncul mereka bilang aku tak punya hati. Hanya disinilah aku bisa mengeluarkan semua. Kamar ini hanya satu-satunya tempat aku bisa jadi diriku sendiri. Aku pun mengeluarkan kotak kecil dari rak meja belajarku. Sebuah kotak yang selalu kubuka saat tak mampu men...