Pengembaraan 7 tahun #part6: Nuvola
"Awan selalu ada di langit, meski kita jarang menengadah untuk melihatnya. Jauh, diam, tapi tetap setia memberi teduh." Tahun 2018 Tahun yang berjalan seperti awan di langit siang. Bergerak pelan-pelan, teratur, tanpa hal besar. Tahun yang sebenarnya banyak dinamika, tapi aku hadir laksana penonton di opret kehidupanku sendiri. Di tahun ini aku masih di teater yang sama. Aku juga ikut dalam himpunan sebagai remah-remah organisasi. Adaku sepenting tanpaku, dan aku mulai biasa hidup begitu. Aku berjalan di bawah bayang-bayang awan sambil melihat mereka yang bersinar di bawah terik matahari. Pertemuan tak terjadwal adalah hal yang kutakutkan. Perkumpulan berbasis senang-senang dan sosial tanpa tekanan deadline dan target tak mampu ku ikuti. Hanya basa-basi yang seringkali basi. Aku tidak niat membenci, atau menghindari. Aku hanya mau sendiri. Tapi aku tak lantas jadi anti berelasi. Aku tetap berteman dan berkomunikasi. Hanya saja...aku tidak suka berada dalam kelompok... Aku le...