Sengaja Membuka untuk Menutup
Tahun 2020 merupakan tahun yang berat, tak terkecuali untuk sang introvert satu ini. Jika sebelumnya aku bisa kos sendiri dan menikmati privasi ku secara penuh, sejak pandemi tiba aku pulang ke rumah dan menikmati hari tanpa privasi.
Sejak dulu aku suka menulis. Dan dengan menulislah hatiku jadi lebih lega dan senang. Namun saat pandemi tiba, rasanya jadi sulit menemukan tempat untuk menulis agar tidak bisa dibaca orang. Seluruh buku tulisku dapat dibaca siapa saja. Memang tidak semua rahasia, tapi tetap saja aku tak suka. Tapi mau bagaimana lagi, sulit untuk menyembunyikannya. Oleh karena itu, alih-alih mencari tempat aman untuk menyimpan buku, aku justru melakukan sebaliknya, yaitu mempublish isi buku itu.
Hidup ini kadang lucu.
Aku yang berusaha rapat-rapat menyimpan buku yang memuat kisahku, justru ujung-ujungnya masih saja ada yang membaca. Di lain soal, banyak orang yang mencari ketenaran di dunia online dengan mengumbar kisah-kisahnya. Mencari cara ini-itu hanya untuk viral. Ya terserah si, tapi kalau aku tidak peduli.
Internet itu tempat yang tak punya privasi. Tapi asal tidak terkenal tetap aman saja kan? Karena itulah kurasa ini tempat yang cocok untukku menulis. Disini aku tak perlu takut akan dibaca orang, karena ya siapa juga yang bisa tiba-tiba ketemu blog seperti ini ya kan? Selain itu aku tak perlu takut hilang atau dimakan rayap seperti nasib buku-buku yang setiap hari kutulis.
Comments
Post a Comment